Translate

Kamis, 11 Juni 2015

Merangsang Kecerdasan Anak


Anak yang cerdas terlihat ketika ketika anak tersebut berada pada pada usia "golden age" yaitu ketika anak berusia 0-8 tahun,daya tangkap,kritis dan aktif menjadi indikasi anak tersebut dikatan cerdas. Kecerdasan anak bisa dirangsang dengan berbagai cara, mulai memberi asupan gizi, interaksi harmoni orang tua,kesehatan lingkungan dan pemberian mainan. Di masyarakat,perangsangan kecerdasan anak lebih banyak dilakukan dengan cara pemberian mainan, pemberian mainan yang sesuai usialah yang bisa merangsang kecerdasan anak, pemilihan jenis permainan dan mainan yang aman dan bermanfaat menjadi faktor penentu keberhasilan merangsang kecerdasan anak
.
Sebelum memilih permainan dan mainan,terlebih dahulu kita tahu bahwa masa tumbuh kembang anak yang optimal ada direntang 0-8tahun,dimana pada rentang usia tersebut perkembangan fisik maupun psikis seperti intelektual,bahasa,motorik dan sosio emosional sangat pesat. di usia 2-7tahun anak berada pada fase simbolis dimana daya hayal atau imajinasi anak sangat tinggi,pada fase ini anak dapat membayangkan objek atau benda secara konkrit tanpa kehadiran/wujud nyata objek-benda tersebut. pada usia 4-5 tahun biasanya anak sudah bisa menggambar benda meski bersifat umum seperti memggambat manusia yang terdiri dari lingkaran yang besar untuk kepala kemudian di beri lingkaran kecil dan lengkung untuk menggambarkan mata dan mulut. Pada usia 5-8 tahun perkembangan motorik juga sangat pesat seperti menangkap bola,melempar bola pada sasaran atau melompat dengan satu kaki.
Perkembangan anak di usia golden age ini tentu perlu rangsangan/stimulus yang sesuai sehingga perkembangan anak bisa pesat dan optimal, stimulasi berupa permainan dan mainan yang tepat tentu menjadi syarat mutlak dalam merangsang tumbuh kembsng anak. Permainan yang bisa merangsang tumbuh kembang anak haruslah permainan yang melibatkan banyak pihak/berkelompok secara umum bisa kita lihat di permainan tradisional seperti engklek,gobaksodor,bekthor dan lain sebagainya. sedangkan mainan edukatif juga bisa kita dapat dari mainan yang memanfaatkan alam sekitar,semisal mainan mobil-mobilan dari kulit jeruk bali, dakon dari tanah yang dilubangi dab isiaannya bisa menggunakan kerikil atau biji buah sawo. permainan dan mainan modern atau buatan pabrik seperti robot-robotan atau game konsol sedapat mungkin dihindari,hal ini karena permainan buatan pabrik kurang memberi ruang berexpresi imajinasi anak,sehingga kecerdasan anak kurang terangsang.
Mainan anak buatan pabrik selain kurang merangsang perkembangan anak juga mempunyai ancaman,diantaranya masalah kesehatan dan keselamatan anak. Kesehatan anak bisa terancam oleh mainan pabrik karena bahan baku mainan tersebut tercemar bahan berbahaya,semisal mercury pada cat mainan atau timbal pada mainan robot-robotan, sedangkan keselamatan anak bisa terancam jika mainan tadi menggores atau melukai si anak,misal baut-baut pada robot-robotan dan juga sisi-sisi yang tajam pada mainan plastik lainnya.
Dari berbagai macam pilihan permainan dan mainan yang ada, tentulah kita bisa memilih dan memilah permainan dan mainan yang sesuai dengan tumbuh kembang anak,dan tentunya pilihan yang tepat atas permainan dan mainan sangat merangsang kecerdasan anak secara optimal.Tidak memanjakan anak dengan berbagai macam mainan modern/buatan pabrik adalah hal yang tepat dan cermat, karena permainan dan mainan tradisional lebih merangsang kecerdasan anak secara optimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar