Translate

Jumat, 12 Juni 2015

Memilih Semen yang Cocok


Memiliki rumah merupakan impian semua orang,rumah yang kuat dan kokoh menjadi syarat kelayakan sebua rumah. Dengan rumah yang kuat dan kokoh kenyamanan dan keselamatan penghuni rumah lebih terjamin. Untuk memiliki rumah yang kuat dan kokoh tentunya perlu pemilihan bahan bangunan yang berkualitas. Salah satu bahan bangunan yang memperkuat dan merkokoh rumah adalah semen. Penggunaan semen sebagai bahan bangunan telah lama digunakan dalam peradaban manusia,sebelum masehi bangsa mesir telah menggunakan semen untuk membangun piramida,hingga pada tahun 1824 komposisi semen diciptakan dan dinamakan semen portland.
Hingga kini perkembangan semen semakin pesat,maka terciptalah beberapa jenis semen berdasarkan type manukfaturnya dan ada beberapa nama semen yang tercipta. Semua jenis semen digunakan untuk memperkuat dan memperkokoh bangunan,namun dari berbagai jenis semen tersebut tentulah perlu pemilihan jenis dan type dari semen yang sesuai dengan kondisi geografis dan dana yang kita miliki.
Sebelum memilih jenis semen yang akan digunakan,terlebih dahulu kita memiliki pengetahuan tentang semen,sejarah semen pun cukup panjang,tercatat bahwa bangsa mesir telah menggunakan semen sebagai bahan bangunan piramida, bangsa yunani dan romawi menggunakan semen dari campuran abu vulkanik dan lime /enjet gamping. pada tahun1824 seorang warga negara inggris bernama Joseph Aspdin mematenkan temuannya berupa kalsinasi dari argillaceous limestone. Joseph Aspdin menyebutnya dengan semen portland karena pembuatannya diambil dari batuan didaerah Isle Portland dekat inggris. seiring perkembangan industri manukfaktur semen,maka semen terdiri dari 5 jenis atau type.
Type I yaitu Regular portland cemen,type II yaitu Moderate-heat-of-hardening,type III high-early-strength,type IV low-heat cement dan yang kelima type V sulfate-resisting portland cemen,dari type/jenis yang ada,kebanyakan yang digunakan untuk bahan bangunan rumah adalah semen type I. Untuk jenis semen yang lain ada pozolans yaitu semen yang berasal dari italia,semen ini tahan korosi dan dapat digunakan untuk pengecoran dipantai atau pengeboran minyak lepas pantai.
High Alumina semen,merupakan semen campuran dari limestone dan bauksit,semen ini sangat kuat dan bisa digunakan untuk pembuatan pondasi pada lahan yang lembek.
Silicate Cement semen dengan penambahan silica, karena semen ini cepat padat dan cenderung transparan maka semen ini baik digunakan untuk sambungan nat keramik pada dinding kamar mandi atau kolan renang.
Sulfur Cement,sejak 1930 campuran sulfur pada semen digunakan untuk penyambungan bata,keramik lantai dan pipa cast iron,hal ini karena sifatnya yg tidak teroksidasi oleh asam dan garam.
Polymer Concret,merupakan jenis lain semen yang bukan dari batuan atau portland, semen ini lebih dikenal dengan lem plastik. Biasanya digunakan untuk sambungan pipa-pipa paralon.
Magnesium Oxychloride Cement,semen ini di kembangkan oleh French chemist Sorel,yang kemudian dikenal dengan semen sorel, semen ini sangat kuat,biasanya digunakan untuk lantai,bahan tambahan teraso dan keramik lantai serta sebagai campuran pewarna cat,meski kuat namun semen ini bersifat korosif sehingga tidak cocok untuk penyambungan atau kontak dengan pipa besi.
Setelah kita tahu jenis dan macam macam semen tentulah kita bisa memilih semen mana yang akan kita gunakan untuk membangun rumah kita, dengan mengetahui keadaan geografis,suhu dan struktur tanah di lingkungan sekitar kita, pemilihan jenis semen tentu sangat membantu kita dalam hal pembiayaan pembangunan. Jadi rumah idaman yang kuat (tidak mudah roboh) dan kokoh (tahan lama) dapat kita miliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar