Suasana berkabung menyelimuti keluarga Pangastomo,tanpa kami duga,pemuda lajang usia 52 tahun itu meninggal dunia,Mas Tom begitu biasa kami memanggilnya,seorang tokoh pemuda di kampung kami, di rumah beliau tempat pemuda kampung berkumpul dan berbagi ide. Warga kampung kamipun berduyun-duyun melayat ke rumah duka tersebut. Melayat merupakan kegiatan kunjungan ke rumah seseorang untuk berkabung atas meninggalnya seseorang.
Kegiatan ini merupakan tradisi di kampung kami,beberapa istilah yang sepadan dengan melayat adalah takziah,ngelawat dan berbela sungkawa. Dikampung kami lebih sering menggunakan kata melayat. mendoakan mayat menghibur keluarga mayat dan memberi bantuan makanan bagi keluarga mayat adalah kegiatan yang kami lakukan saat melayat.
Kegiatan ini merupakan tradisi di kampung kami,beberapa istilah yang sepadan dengan melayat adalah takziah,ngelawat dan berbela sungkawa. Dikampung kami lebih sering menggunakan kata melayat. mendoakan mayat menghibur keluarga mayat dan memberi bantuan makanan bagi keluarga mayat adalah kegiatan yang kami lakukan saat melayat.
Melayat kami lakukan di kediaman mas tomo pada siang hari selepas sholat dhuhur, ini karena informasi meninggalnya mas tomo kami dengar selepas sholat dhuhur, mas tomo meninggal sekitar pukul 11.00 WIB. namun disiarkan di masjid sikitar pukul 13.00WIB. jedah waktu sekitar 2 jam ini dikarenakan jarak antara rumah mas tomo dengan rumah sakit tempat mas tomo meninggal cukup jauh. di kampung kami pengumuman meninggalnya seseorang disiarkan di masjid, hal ini karena fungsi masjid selain tempat ibadah juga sebagia tempat sosial.
Pada saat datang melayat,beberapa diantara kami menyiapkan kafan,tempat mandi mayat dan menggali kubur. Untuk menyiapkan kafan dan tempat mandi mayat kami lakukan bersama keluarga mayat. Sedangkan menggali kubur kami lakukan bersama-sama dengan warga sekitar,penggalian kubur kami lakukan dengan suka rela,tidak seperti dikota-kota besar yang harus membayar orang untuk menggali kubur. tanah kuburpun ditempat kami gratis,namun dengan syarat tidak boleh ada kijing atau bangunan makam. bahkan menyemen atau memberi batas pagar dari batu kecil, batas atau tanda kuburan hanya berupa batu nisan putih yang diberi nama si mayat.
Koordinasi antar pelayat sangat penting untuk dilakukan,hal ini karena warga penggali kubur dengan warga yang merawat jenazah / mayat berbeda tempat. pemberitahuan bahwa tanah galian telah siap di komunikasikan ke warga yang merawat mayat sehingga prosesi mensholati mayati segera dilakukan dan mayat bisa segera di antar ke pemakaman untuk dikuburkan. semakin cepat prosesi pemakaman semakin baik. karena warga mempunyai beberapa agenda pribadi yang mungkin harus segera dilakukan.
Untuk urusan mayat memang cukup merawat (mengkafani,memandikan dan mensholati) dan menguburnya, namun untuk keluarga mayat ada beberapa yang harus dilakukan, yang pertama adalah jujulan atau memberi kabar keluarga yang jauh,hal ini dilakukan oleh anggota kluarga yang muda,bisa anak,cucu atau adik dari si mayat, yang kedua adalah penyiapan ruang berdo'a,hal ini biasanya dilakukan diruang tamu dan semua perabot ruang tamu seperti meja,kursi dan bupet dikeluarkan dan di diruang tersebut digelar tikar atau karpet.
Malam hari setelah penguburan mayat,keluarga mayat melakukan tahlilan atau kirim doa untuk sang mayat,tahlilan ini dilakukan selama tujuh hari berturut-turut, kemudian dilakukan lagi pada saat 40 hari meninggalnya di mayat dan hari ke 100. beberapa daerah ada yang sampai 1000 hari dan haul atau setiap tahun. Karena prosesi kirim doa atau tahlilan inilah kami memberikan bantuan bahan makanan atau uang kepada keluarga si mayat,karena bagaimanapun keadaan kami,menghormati/menjamu tamu adalah sebuah kewajiban menurut tradisi kami. Perjamuan saat tahlilan menurut tradisi kami adalah bentuk sedekah keluarga si mayat yang pahalanya dihadiahkan untuk si mayat,oleh karena itu perjamuan saat tahlilan sangat sederhana karena bahan makanan yang digunakan merupakan sumbangan dari warga sekitar.
Begitulah rangkaian tradisi melayat di kampung kami, dengan melayat dirumah duka ada rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang terbangun, mayat lebih tenang dalam menjalani hidup sesudah mati dan keluarga mayat terhibur karena si mayat sudah tenang dan biaya doa tahlilan ditanggung bersama-sama oleh warga, teruntuk mas tomo semoga semua amal ibadahmu diterima disisihNya dan segala dosamu diampuniNya sehingga Syurga Tuhan dapat engkau nikmati. Sesungguhnya semua berasal dari Tuhan,dan akan kembali kepada Tuhan. selamat jalan mas tomo, hidupmu akan selalu kami kenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar