Hari baik ditentukan berdasarkan ilmu astronomi,atau perbintangan atau nujum. Ilmu ini sangat lama atau kuno,banyak suku bangsa memiliki metode perhitungan astronomi,perhitungan suku jawa yang terangkum dalam kitab primbon tentu berbeda dengan kitab ramalan bintang bangsa romawi.
Keakuratan perhitungan hari baik,tentunya bukan terletak dari seberapa kunonya perhitungan tersebut,atau seberapa update nya perhitungan tersebut,akan tetapi keakuratan perhitungan hari baik itu tergantung dari seberapa kuat keyakinan dan perasaan si objek perhitungan.
Ambilah contoh jika kamu yakin hari ini apes atau sial,maka kamu akan menemui kendala,hambatan atau halangan yang sebenarnya itu adalah hal yang biasa,namun akan menjadi apes atau sial jika kamu meyakini hari ini adalah hari sialmu.
Menurut perhitungan jawa berdasarkan weton/hari kelahiranmu bahwa hari senin legi adalah hari apesmu,maka hari senin legi akan menjadi hari tersial bagimu,bagaimana tidak sial,udah bangun kesiangan,mau berangkat kerja ternyata eh air PDAM mampet,bak mandi belum keisi,mau bikin sarapan gas habis,dengan terburu-buru kamu nekat berangkat,di tengah jalan ban motormu bocor,selesai nambalin tak jauh perjalanan ada razia polisi dan kamu lupa bawa dompet berikut STNK,kena tilang deh.. nyampai di kantor,meeting dengan klien udah bubar,dan seharusnya kamu presentasi bisnis,selain kamu gak presentasi,berkasmu juga ketinggalan. Sudah bisa ditebak,Boss kamu marah besar,dan surat SP pun kamu terima dari HRD.
Sial banget kan hari seninmu?? jika sedikit jernih,ini bukan hari sial. Kejadian demi kejadian yang kamu anggap sial itu adalah hal yang biasa,lagi-lagi ini adalah soal keyakinan dan suasana hati kamu aja.
Agar hari-harimu tak sial,biasakan bangun lebih awal,perkuat jiwa dan bangun suasana hati dengan banyak dzikir atau meditasi,awali segala aktivitas dengan niat baik,dan jalani hari-hari dengan senyum dan riang gembira.
Dari sini kita bisa menolak sial,tolak balak, dan senantiasa beruntung, karena orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin,orang yang impas adalah orang yang hari ini sama dengan hari kemarin,dan orang yang rugi/sial adalah orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin.
Yuk biasakan instropeksi dan evaluasi di akhir hari,agar esok lebih baik dari hari ini,dan hari sial bisa kita kalahkan. (hari 1 #NulisRandom2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar