Translate

Minggu, 10 Agustus 2014

Mengurus Hal Yang Kecil

Sekolah di jakarta menerapkan 6 hari belajar disekolah, hal ini berbeda dengan kebijakan pemerintah daerah sebelumnya, dimana sebelumnya diterapkan 5 hari belajar disekolah. Kebijakan tersebut saya rasa cukup efektif mengurangi bahaya kenakalan remaja, kita tahu bahwa saat senggang, para pelajar tingkat SMP + SMU suka kongkow-kongkow untuk menghabiskan waktu luang.
Membunuh waktu luang inilah yang bisanya dimanfaatkan para remaja dengan melanglang ke jagad usil. sikap usil di usia remaja inilah yang perlu di manage dengan asyik, maka dengan kebijakan sekolah selama 6 hari, tentu akan efektif. selain itu hari ke 6 tentu dibuat hanya untuk kegiatan extrakurikuler. sehingga nafsu usil para remaja bisa tersalurkan dan akan berdampak positif pada perkembangan remaja.
Mengaca dari kasus ini tentu pembuat kebijakan tidak asal - asalan dalam membuat kebijakan, kebijakan ini tentu tidak hanya berhubungan dengan pelajar saja, namun kita bisa lihat, ternyata kebijakan ini berkelindan dengan permasalahan yang lain, seperti weekend dengan macet, pulang kerja dengan macet, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan macet. Kebijakan - kebijakan yang komprehensif dengan berbagai macam permasalah yang ada tentunya sangat tergantung dari ilmu, wawasan dan pengalaman dari sang pembuat kebijakan.
Pada kasus penerapan kebijakan 6 hari sekolah bagi pelajar, tentunya sang pembuat kebijakan sangatlah paham kan permasalahan utama di daerah kekuasaannya, di jakarta misalnya, masalah utama adalah macet dan banjir, sekarang kita sudah sedikit melihat bagaimana kebijakan pengendalian banjir dan penguraian macet mulai dilakukan.
Hal - hal kecil semisal hari efektif sekolah,ternyata berhubungan dengan masalah besar yang dihadapi, untuk dapat mengatasi masalah besar kita harus belajar mengatasi hal - hal kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar