Dalam galaunya raden bima mencoba mencari petunjuk sang dewa, tiap hari menjalani laku tirakat hingga dapatlah ia sebuah wangsit yang harus dilakukannya. Wangsit itu adalah dia harus mengambil cupu air abadi dimana cupu tersebut berada didalam dasar kawah candradimuka, letak kawah tersebutpun sangat menantang adrenalin yaitu berada di dasar samudra yang luas.
Berangkatlah sang raden bima ke samudra tersebut, namun pinggir samudra, raden bima mengalami kegalauan yang lain, yaitu bagaiman dia harus menyelami samudra yang luas dan dalam tersebut, bagaimana jika ia tak bisa kembali ke darat, disebelah mana letak kawahcandradimuka tersebut, berapa waktu yang harus ia tempuh untuk bisa mengambil cupu air abadi???
Dari kisah ini kita sudah membayangkan bagaimana sebuah permasalahan selalu datang dengan berbagai macam rupa, tentu permasalahan - permasalahan tersebut haruslah kita hadapi. menghadapi permasalahan bukan berarti harus menyelesaikan masalah, akan tetapi bagaimana permasalahan tersebut tidak menghambat laju kita dalam mencapai tujuan.
Dalam kisah diatas tentunya kita tahu bersama bahwa ending-nya adalah raden bima berhasil mendapat cupu air abadi dengan cara masuk kedalam telinga dewa ruci yang secara fisik dewa ruci lebih kecil dari raden bima, apalagi lubang telinga dewa ruci, tentu lebih kecil lagi. akan tetapi sang raden bima bisa masuk juga.
Dalam mengahadapi permasalahan, langkah awal adalah MENDENGAR, ya dengan mendengar dari berbagai macam saran, namun kita punya otoritas menentukan langkah bukan mengikuti langkah, kita sebagai makhluk merdeka tentu punya hak dalam menentukan langkah, langkah kita tentu harus berdasar akan tujuan kita. apapun saran, cacian dan gunjingan orang jika hanya mengikutinya maka kita tidak akan sampai pada tujuan kita.
So... tetapkanlah tujuan, terima semua saran dan tetapkan langkah meraih kemenangan... !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar