Translate

Rabu, 10 Februari 2016

Gebrakan Pemimpin Baru

Gebrakan pemimpin baru seolah menjadi sebuah mantra yang cukup menyihir segenap mata melihat, tak hanya petinggi negara,hingga ke tataran pejabat kampungpun ikut merapal mantra "gebrakan" dalam suksesinya.
Mantra ini mendengung cukup nyaring ketika pemilihan ketua RW dikampungku. Tak gumun ataupun kaget jika calon yang mempunyai sebuah gebrakanlah yang terpilih dalam pemilihan tersebut. Pak RW baru kampungku mempunyai 3 gebrakan yang tak terucapkan 2 calon pesaingnya,yaitu pembangunan gapura,penataan taman sepanjang jalan poros kampung dan penerangan jalan pada gang-gang sempit dalam kampung kami.
Gapura menjadi fokus pertama dari gebrakan pak RW,pentingnya pembangunan gapura tersebut adalah untuk tanda batas wilayah kampung kami,hal ini penting mengingat tanda batas merupakan tanda dimana kita bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan,batas menjadi penting saat kita sadar bahwa kita memang terbatas,hal ini juga menjadi pengingat bahwa kita tidak bisa jumawah/gumede karena kita memang terbatas. Untuk kampung gupura menjadi penanda gerbang sekaligus batas teritori sehingga orang diluar menjadi tahu bahwa dia masuk dalam teritori wilayah orang lain.
Penataan taman jargon kedua,ini berkaitan dengan estetika,keindahan sekaligus ejawantah kepribadian warga yang suka kebersihan,keindahan dan kesehatan,namun taman ini hendaklah di rencanakan sebaik mungkin,dengan mengutamakan azas manfaat sehingga taman bukan sekedar taman,namun taman sebagai penopang kehidupan warga,ambilah misal,jika taman tersebut tidak hanya tertanam bunga-bungaan namun tertanam empon2 dan sayuran harian seperti cabai,kemangi ataupun kenikir.
Penerangan gang-gang sempit juga menjadi hal prioritas karena sudah umum kita ketahui bahwa daerah remang-remang menjadi daerah yang rawan kejahatan,misal transaksi narkoba,mesum,dan berbagai aksi maksiat lainnya.
Gebrakan pemimpin baru tentu sangat kita nantikan wujudnya,tentunya kita sebagai warga sudah sewajarnya terus memantau,mengawal dan membantu terwujudnya gebrakan pemimpin kita,tidak bisa hanya menunggu matangnya saja,dan layak kita laksanakan pitutur Ki Hajar Dewantara "ing madyo mangun karso,tut wuri handayani"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar