Translate

Senin, 18 Agustus 2014

membaca tulisan orang nahdiyin

membaca tulisan orang nahdiyin sungguh mengasyikan, bagaimana tidak, kata perkata kalimat perkalimat seolah kita nongkrong didepannya, interaktif dan komunikatif, tak jarang kita sampai menghayalkan apa yang tertulis tersebut. model tulisan seperti ini saya rasa hanya dimiliki oleh orang - orang NU saja, NU senderi ormas keagamaan yang yang dibidani para pemangku pesantren atau yang biasa disebut Kyai, dengan logo Jagad yang di kelilingi tambang dan bintang serta berbackground warna hijau membuat NU seolah ingin mengabarkan bahwa dirinya Islam yang membumi.
beberapa penulis yang saya kagumi dan tak bosan membaca tulisannya adalah K.H. mustofa bisri, Gus yahya c. staqof, dan pak ulil abshor abdallah. masing - masing penulis tersebut punya gaya yang mirip namun konsen dan cara penyampainnya berbeda, pak ulil misalnya, beliau lebih intelek secara tulisan dibanding kedua tokoh yang saya sebut sebelumnya, maklum pak ulil lulusan amerika,negara yang selalu dido'akan kehancurannya oleh para pengaku salafi.
pengaku salafi, identik dengan celana cingkrang, jidat hitam,dan suara lantang seolah menantang, sedangkan pesantren-pesantren NU juga bertuliskan salafi, namun salafinya NU identik dengan sarungan, wajah datar, dan cengengesan. meski sama-sama ngaku salafi keduanya ternyata bertuhan dan bernabi yang sama,kembali ke membaca tulisan orang nahdiyin, tak jarang saya selalu terpingkal-pingkal karena banyak humornya, atau mengerutkan dahi, atau senyum kecut di akhir membaca tulisan orang nahdiyin.
sungguh saya seolah sangat familiar membaca tulisan orang nahdiyin, mungkin ini disebabkan ibu saya seorang pengurus Muslimat dikampung sana. selamat malam...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar